Kemana Rusia & Tiongkok Usai AS Menculik Presiden Maduro?
Reporter : Sigit P
Headlines
Senin, 5 Januari 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Internasional – Dunia internasional kini menyoroti sikap negara-negara adidaya, khususnya Rusia dan Tiongkok, menyusul serangan besar-besaran Amerika Serikat ke Venezuela yang menewaskan sedikitnya 40 orang dan berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, Sabtu (3/1/2026).
Langkah agresif Washington ini memicu kemarahan diplomatik dari Moskow, sementara posisi Tiongkok tengah dipantau ketat sebagai sekutu ekonomi utama Caracas.
Rusia Kecam Agresi AS, Desak Pembebasan Segera
Kementerian Luar Negeri Rusia menjadi pihak pertama yang bereaksi keras. Dalam pernyataan resminya, Moskow menyatakan solidaritas penuh terhadap rakyat Venezuela dan mengecam tindakan militer AS yang dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional yang berat.
“Rusia mengecam keras agresi AS yang memaksa Presiden Maduro dan istrinya meninggalkan negara mereka di bawah tekanan senjata. Kami menyerukan pembebasan segera Nicolás Maduro dan istrinya serta mendesak dicegahnya eskalasi lebih lanjut yang dapat menghancurkan stabilitas kawasan,” tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.
Moskow juga mendukung langkah Kementerian Luar Negeri Venezuela yang berencana mengajukan banding ke organisasi internasional serta mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar rapat darurat guna membahas serangan yang disebut melibatkan unit elite Delta Force tersebut.
Korban Berjatuhan di Caracas
Laporan dari New York Times mengutip pejabat senior Venezuela menyebutkan sedikitnya 40 orang tewas, termasuk personel militer dan warga sipil, akibat serangan udara dan ledakan yang mengguncang Lembah Caracas.
Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, mengonfirmasi jatuhnya korban dari kalangan pejabat dan masyarakat umum dalam operasi yang diklaim Presiden AS Donald Trump sebagai langkah “penegakan hukum” atas tuduhan narkoba dan senjata.
Drama di Atas USS Iwo Jima
Ketidakpastian sempat menyelimuti keberadaan Maduro sebelum Trump mengunggah foto yang memperlihatkan sang presiden berada di atas kapal perang USS Iwo Jima.
Trump menjelaskan bahwa Maduro diangkut menggunakan helikopter dari Venezuela menuju kapal tersebut untuk selanjutnya diterbangkan ke New York guna menghadapi persidangan federal.
Meski otoritas Venezuela menuntut bukti bahwa Maduro masih hidup, foto tersebut menjadi konfirmasi bahwa Maduro kini berada dalam pengawasan penuh militer AS.
Menanti Sikap Tegas Tiongkok
Hingga berita ini diturunkan, Tiongkok—yang memiliki kepentingan investasi energi yang sangat besar di Venezuela—masih mengamati situasi dengan saksama.
Para pengamat politik internasional memperkirakan Beijing akan segera bergabung dengan Moskow dalam memberikan pernyataan bersama di PBB untuk menentang intervensi militer langsung AS terhadap pemimpin negara yang berdaulat.
Sikap Rusia yang telah menyatakan dukungan terbuka menjadi sinyal kuat bahwa forum internasional akan menjadi medan pertempuran diplomatik baru antara poros Barat dan Timur dalam beberapa hari ke depan.
(Editor Aro)
#Donald trump
#Konflik AS-Venezuela
#Presiden Maduro
#Presiden Maduro diculik
#Presiden Maduro ditangkap
#Presiden Venezuela ditangkap



Berita Terkait

Wamen Setneg Lantik SEKMIL Presiden dan 17 Pejabat Pimpinan Tinggi
Headlines.Kamis, 18 Desember 2025

Panen Tebu di Banyuwangi, Jatim Siap Wujudkan Swasembada Gula Nasional
Banyuwangi.Selasa, 24 Juni 2025

Demo Pagerwojo: Proyek Rabat Beton dan Tuntut Mundur Kaur Perencanaan
Jawa Timur.Selasa, 17 Juni 2025

Remaja di Jombang Jadi Korban Pembacokan, Pelaku Masih Buron
Headlines.Kamis, 28 November 2024

