Reporter : Redaksi
Headlines
Kamis, 11 Desember 2025
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jombang – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang kembali menjadi sorotan tajam usai sejumlah wali murid mengungkapkan temuan menu yang dinilai tidak layak konsumsi.
Kualitas makanan yang seharusnya bergizi malah jauh di bawah standar, dengan laporan temuan buah dalam kondisi busuk dan lauk yang belum matang sempurna.
Kekhawatiran serius ini disampaikan oleh salah satu wali murid, Ret, dari Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan.
Ia secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap kualitas makanan yang diterima siswa selama sepekan terakhir, memunculkan pertanyaan besar mengenai pengawasan dan efektivitas program vital ini.
“Dari seminggu ini menunya tidak sesuai standar gizi. Ada buah yang busuk seperti mangga dan salak, lalu tahu baksonya ada yang belum matang,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Ret mengaku para wali murid telah berusaha menyampaikan keluhan melalui akun resmi penyedia layanan MBG, yang diduga milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Namun, ruang pengaduan justru ditutup.
“Kami sudah mengadukan di akunnya terkait menu yang tidak sesuai, tapi kolom komentarnya justru ditutup dan akunnya diprivat. Kami jadi tidak punya tempat untuk mengadu,” keluhnya.
Menurut Ret, pihak sekolah sebelumnya sudah pernah menegur SPPG setelah menemukan menu mi basi. Namun, evaluasi yang dijanjikan tidak membuahkan perbaikan.
“Pihak sekolah sudah pernah mengingatkan ke pihak SPPG. Katanya akan dievaluasi, tapi minggu ini malah makin tidak layak. Seharusnya, setelah ada teguran, makanan harus matang, buah tidak boleh busuk,” tegas Ret.
Ia merinci temuan tidak layak di beberapa sekolah, yakni MI Masyhariyah terdapat makanan salak busuk, tahu bakso mentah. Kemudian SDN Kebontemu juga terdapat makanan mangga busuk, serta PAUD Masyhariyah terdapat makanan tahu bakso mentah.
Ketiga sekolah tersebut berada di Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan.
“Untungnya belum ada anak-anak yang sakit selepas mendapatkan makanan tidak layak tersebut,” ungkap Ret.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Jombang dapat memastikan standar gizi dan kelayakan makanan benar-benar diterapkan oleh setiap SPPG.
“Kami hanya ingin makanan yang layak, sesuai standar gizi, terlebih ini untuk anak-anak sekolah,” harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun menjawab panggilan telepon.
Sebelumnya, dalam sosialisasi dan evaluasi program MBG, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menekankan pentingnya penguatan pengawasan.
Program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi gizi, tetapi juga menjamin kelayakan pangan secara menyeluruh.
(Pray/Editor Aro)
#Kasus MBG tak layak makan
#MBG
#MBG di Jombang tak layak makan
#Wali murid sekolah jombang keluhkan MBG tak layak makan




Bisnis.Jumat, 24 Oktober 2025

Ekbis.Rabu, 4 Desember 2024

Headlines.Senin, 17 Maret 2025

Bisnis.Selasa, 6 Januari 2026