siginews

Pemkab Lamongan dan Pemprov Harus Bantu Petani Tembakau Gagal Panen

Reporter : Editor 01

Daerah

Jumat, 26 September 2025

Waktu baca 2 menit

Pemkab Lamongan dan Pemprov Harus Bantu Petani Tembakau Gagal Panen

siginews.com-Lamongan – Pemkab Lamongan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus segera membantu petani tembakau di Lamongan yang mengalami gagal panen.

Hal itu disampaikan Wahyu Dian Permana, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Kaya, Desa Ganggangtingan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, kepada siginews.com pada Rabu (24/9/2025) lalu.

“Kepada Bapak Bupati Lamongan (Yuhronur Efendi) atau kepada Ibu Gubernur Jawa Timur (Khofifah Indar Parawansa), saya berharap diberikan bantuan kepada petani saya yang gagal panen pada musim tanam tahun ini,” ujarnya.

Petani muda ini menerangkan, Gapoktan Tani Kaya menaungi 6 kelompok tani (Poktan). Masing-masing Poktan beranggotakan sekitar lebih dari 80 orang, atau total keseluruhan anggota Gapoktan Tani Kaya mencapai 800 orang dan bertani di atas lahan seluas sekitar 300 hektar.

Dari jumlah lahan 300 hektar, sekitar 210 hektar yang ditanami tanaman tembakau. Sekitar 90 hektar ada yang ditanami jagung, serta buah-buahan melon dan semangka.

Petani muda yang juga Ketua Gapoktan Tani Kaya, Desa Ganggangtingan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Wahyu Dian Permana di tengah jemuran daun tembakau. (foto: jero/siginews.com).
Petani muda yang juga Ketua Gapoktan Tani Kaya, Desa Ganggangtingan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Wahyu Dian Permana di tengah jemuran daun tembakau. (foto: jero/siginews.com).

Biaya menanam tembakau per hektar sekitar Rp 30 juta. Biaya tersebut untuk pembelian bibit sebanyak 18 ribu hingga 20 ribu batang pohon tembakau per hektar.

Jika tanam tembakau dengan kondisi normal, para petani bisa menghasilkan panen senilai Rp 70 juta lebih atau 1 batang pohon menghasilkan 8 ons tembakau x 18 ribu batang = 14,4 ton daun tembakau basah. Estimasi harga daun tembakau basah 14,4 ton x Rp 5 ribu = Rp 72 juta.

Iklan Wirajatimkso - Potrait

Namun, pada musim tanam tembakau pada tahun 2025, hampir seluruh petani mengalami gagal panen. Dari biaya Rp 30 juta yang dikeluarkan, para petani harus mengalami kerugian sangat besar, karena hanya mendapatkan sekitar Rp 1 juta per hektar.

Sedangkan lahan seluas 90 hektar yang ditanami selain tembakau, para petani buah melon dan semangka serta jagung juga mengalami kerugian karena hasil panennya tidak maksimal.

“Penyebab utama gagal panen pada musim tahun ini adalah hujan. Tembakau yang terkena hujan, mengalami gagal panen. Kalau pun ada yang dipanen, hasil dan kualias daunnya juga tidak maksimal, sehingga harga daun tembakau hanya Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu per kilogram,” tuturnya.

Wahyu bapak muda satu ini memohon kembali agar para petani yang mengalami gagal panen agar mendapatkan bantuan dari Pemkab Lamongan maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan atau Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyangga atau turut membantu para petani agar tidak mengalami kerugian yang sangat besar,” harap Wahyu, Ketua Gapoktan Tani Kaya, Desa Ganggangtingan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.

(jrs)

#Bupati Lamongan Yuhronur Efendi

#daerah

#Ekbis

#Ekonomi

#Gagal panen

#gagal panen tembakau

#Gapoktan Tani Kaya

#Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

#Headlines

#headlines banner

#indepth

#Jawa Timur

#Kabupaten Lamongan.

#Pemkab lamongan

#Pemkab Lamongan dan Pemprov Harus Bantu Petani Tembakau Gagal Panen

#Pemprov Jatim

image ads default
Pasang Iklan di Sini
Jangkau ribuan pembaca setia setiap hari. Jadikan iklan Anda pusat perhatian.