siginews

SOP BNPB: Bantuan Sumatra Maksimal 2×24 Jam Sampai ke Tangan Warga

Reporter : Editor 01

Ekonomi

Senin, 29 Desember 2025

Waktu baca 2 menit

SOP BNPB: Bantuan Sumatra Maksimal 2×24 Jam Sampai ke Tangan Warga

Siginews.com-Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjamin distribusi logistik untuk korban bencana di wilayah Sumatra dilakukan secara kilat.

Sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP) yang ketat, BNPB memastikan tidak ada barang bantuan yang tertahan di posko lebih dari dua hari.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa kecepatan distribusi menjadi prioritas utama guna memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“SOP kami itu tidak ada barang yang datang tinggal lebih dari 2×24 jam. Semua pasti langsung terdistribusi. Jadi laju distribusi kita di setiap posko itu di atas 80 persen,” tegas Abdul Muhari dalam keterangan pers di Posko Terpadu Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Dalam satu bulan terakhir, BNPB mencatat telah menyalurkan sebanyak 1.526 ton logistik dengan tingkat efektivitas distribusi mencapai 97 persen secara nasional di wilayah terdampak.

Secara rinci, laju distribusi di beberapa titik utama dilaporkan berjalan sangat progresif:

– Posko Silangit (Sumut): 98,2 persen

– Sumatra Barat: 93,5 persen

– Posko Iskandar Muda (Aceh): 80,93 persen

– Posko Kualanamu (Sumut): 72,4 persen

Iklan Wirajatimkso - Potrait

Sistem “Jemput Bola” untuk Dana Hunian
Selain logistik fisik, BNPB juga mempermudah penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per KK per bulan bagi 16.264 kepala keluarga yang sudah tervalidasi.

Guna menghindari kerumunan dan kesulitan akses bagi pengungsi, pencairan akan dilakukan dengan mekanisme “jemput bola” melalui bank-bank Himbara.

“Masyarakat tidak perlu antre di bank. Rekening penerima telah dibuka dan penyaluran tahap pertama akan segera dilakukan,” tambahnya.

Dukungan Penuh Pemerintah Pusat
Upaya cepat BNPB ini didukung oleh pendanaan besar dari pemerintah melalui Kementerian Sosial.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengungkapkan, total bantuan tanggap darurat yang tersalurkan telah menembus angka Rp100,4 miliar.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga telah menyiapkan santunan kematian Rp15 juta per orang, serta bantuan pascabencana berupa modal usaha Rp5 juta per keluarga dan bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta.

Sinergi antara kementerian dan lembaga ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan Sumatra secara total dan terukur.

(Editor Aro)

#Bantuan bencana

#Bencana Aceh-Sumatra

#bnpb

#Penyaluran bantuan

#SOP Penyaluran bencana Aceh-Sumatra

#Wamensos Agus Jabo Priyono

image ads default
Pasang Iklan di Sini
Jangkau ribuan pembaca setia setiap hari. Jadikan iklan Anda pusat perhatian.