TBC Ancaman Serius di Jombang, Angka Kesembuhan Menurun
Reporter : Redaksi
Jawa Timur
Kamis, 11 September 2025
Waktu baca 2 menit

siginews.com-Jombang – Penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Jombang menjadi ancaman serius, dengan data terbaru menunjukkan angka kasus yang masih tinggi dan penurunan tingkat kesembuhan.
Hal ini ditegaskan oleh Bupati Jombang, Warsubi, dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan TBC di Pendopo Jombang, Senin (8/9).
Bupati Warsubi memaparkan data yang memperlihatkan besarnya tantangan yang dihadapi. Pada tahun 2024, dari estimasi 3.451 kasus TBC, baru 2.769 kasus (80%) yang berhasil ditemukan.
Sementara itu, hingga Agustus 2025, penemuan kasus baru hanya mencapai 1.643 kasus, dari total estimasi 3.444 kasus.
Angka kesembuhan juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, jauh dari target 90%. Hingga Agustus 2025, angka kesembuhan dari kasus yang ditemukan baru mencapai 49%.
Dalam rakor tersebut, juga dibahas mengenai bahaya TBC resisten obat. Meskipun jumlahnya menurun, masih ada 62 kasus yang belum ditemukan.
Penanganan TBC jenis ini jauh lebih sulit dan memakan biaya yang sangat besar, mencapai lebih dari Rp100 juta per pasien dengan durasi pengobatan hingga dua tahun.
Biaya ini jauh lebih tinggi dibandingkan pengobatan TBC biasa yang hanya sekitar Rp400 ribu hingga Rp1,2 juta.
Menurut Warsubi penguatan Tim Desa Siaga TBC adalah langkah strategis untuk memastikan tidak ada lagi penderita TBC yang tidak terdeteksi.
Pihaknya mengajak tim untuk bekerja lebih keras menemukan 20% kasus yang belum ditemukan, serta menekan angka kasus resisten obat.
“Saya yakin, dengan konsistensi program ini, target eliminasi TBC 2030 bisa kita capai,” ucap Bupati Warsubi dalam pesan diterima, Rabu (10/9/2025).
Sebagai langkah konkret, Pemkab Jombang telah mengeluarkan Peraturan Bupati No. 57 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Daerah HIV-AIDS, TBC, dan Malaria Tahun 2025–2030.
Peraturan ini menjadi landasan kuat untuk melaksanakan strategi TOSS TBC (Temukan, Obati, Sampai Sembuh Tuberkulosis).
Salah satu fokus utama dari strategi ini adalah penguatan peran Desa atau Kelurahan Siaga TBC. Hingga awal September 2025, sebanyak 306 desa dan kelurahan di Jombang telah membentuk tim siaga.
Tim ini memiliki peran penting untuk menggerakkan dan mengintegrasikan kegiatan penanggulangan TBC di tingkat desa. Memanfaatkan forum desa untuk membahas situasi TBC dan sosialisasi program.
Selanjutnya, mendukung pasien TBC, baik dari segi sosial maupun ekonomi. Melakukan edukasi untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penderita.
“Saya mengajak seluruh pihak, mulai dari jajaran kepolisian dan TNI, kepala perangkat daerah, hingga seluruh tim di tingkat desa, untuk bekerja sama secara optimal. TBC adalah tanggung jawab kita bersama, dan dengan kolaborasi yang solid, kita bisa mewujudkan masyarakat Jombang yang sehat dan bebas dari TBC,” pungkas Bupati Warsubi.
(Pray/Editor Aro)
#Angka TBC di Jombang
#Bupati Jombang Warsubi
#Jawa Timur
#Jombang
#TBC
#Virus TBC



Berita Terkait

1000 Hari Tragedi Kanjuruhan: Suara Keadilan yang Enggan Dibungkam
Jawa Timur.Rabu, 2 Juli 2025

Cagub Jatim Risma – Cawagub Gus Hans Ziarah di Makam Pendiri NU
Headlines.Rabu, 4 September 2024

Penemuan Mayat Pria di Hutan Kabuh Jombang Terungkap, Ini Kata Polisi
Headlines.Selasa, 21 Januari 2025

Mobil Terhantam Kereta di Perlintasan Ngagel Surabaya, Sopir Selamat
Hukrim.Sabtu, 7 Juni 2025

