Upacara HUT ke-80, Khofifah Sebut Jatim Lumbung Pangan 21 Provinsi
Reporter : Sigit P
Bisnis
Minggu, 12 Oktober 2025
Waktu baca 2 menit

siginews.com-Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jawa Timur, Minggu (12/10), menegaskan peran vital Jatim sebagai penyangga utama pangan nasional.
Di tengah seruan filosofi kerja JATIM BISA untuk mewujudkan Jatim Tangguh Terus Bertumbuh, Gubernur Khofifah secara khusus menyoroti capaian pertanian yang melampaui daerah lain.
Prediksi produksi padi Jatim hingga November 2025 yang mencapai lebih dari 12 juta ton Gabah Kering Panen (GKP)—tertinggi se-Indonesia—menjadi landasan utama kebanggaan tersebut.
“Beras dari petani Jawa Timur telah menjadi sumber pangan bagi 21 provinsi di Indonesia,” kata Khofifah, sembari menegaskan kesiapan penuh Jatim untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain dominasi pangan, Gubernur juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Jatim sebesar 5,23 persen pada Triwulan II 2025, tertinggi di Pulau Jawa, serta penurunan angka kemiskinan menjadi 9,5 persen.
“Capaian ini adalah hasil kerja keras bersama, dan bukti nyata bahwa pembangunan di Jatim semakin inklusif,” paparnya.
Selain itu, Gubernur juga menyoroti tren positif pembangunan Jatim. Ekonomi Jatim tumbuh 5,23 persen (yoy) pada Triwulan II 2025, melampaui rata-rata nasional (5,12 persen).
Capaian ini diklaim menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa. Diiringi penurunan angka kemiskinan menjadi 9,5 persen, dengan kemiskinan ekstrem ditekan hingga 0,66 persen.
“Capaian ini adalah hasil kerja keras bersama, dan bukti nyata bahwa pembangunan di Jatim semakin inklusif,” ungkap Khofifah.
Tak lupa dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa masa depan Jawa Timur membutuhkan karakter yang proaktif menghadapi dinamika zaman.
“Alhamdulillah, kita bersyukur atas capaian bersama selama ini, tetapi kita tidak boleh berhenti di sini. Masa depan membutuhkan lompatan yang lebih progresif. Untuk itu, perlu diterapkan filosofi kerja khas pembangunan Jawa Timur,” terang Khofifah.
Khofifah menjelaskan bahwa Inklusif berarti pembangunan harus dinikmati semua kalangan “tanpa ada yang tertinggal (no one left behind)”.
Sementara Adaptif menjadi kunci untuk terus berinovasi tanpa kehilangan jati diri.
“Dengan semangat JATIM BISA, kita tidak hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi menjadi pelaku utama perubahan itu sendiri. Dari Bumi Majapahit, kita terus menyalakan semangat persatuan dan kemajuan,” tegas Khofifah.
Acara Peringatan Hari Jadi ke-80 ini ditutup dengan penyerahan berbagai penghargaan dan pemecahan rekor MURI untuk penampilan gabungan lagu Mars Jawa Timur dan Rek Ayo Rek oleh ribuan pelajar SMA/SMK se-Jatim.
(Editor Aro)
#Gubernur Khofifah
#gubernur khofifah indar parawansa
#HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur
#Jatim Lumbung Pangan
#Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur
#Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jawa Timur



Berita Terkait

Piala Presiden Mulai 19 Juli Berhadiah Rp 5 Miliar
Headlines.Kamis, 11 Juli 2024

KAI Daop 9 Jember Gunakan Bantalan Rel Sintetis Ala Teknologi Jepang
Banyuwangi.Senin, 21 Oktober 2024

Wacana Presiden Soal Pilkada Langsung, Prof Niam: Gagasan Realistis
Headlines.Sabtu, 14 Desember 2024

Vietnam Keok! Intip Aksi Timnas Catur Putri Saat Sabet Emas SEA Games
Jawa Timur.Rabu, 17 Desember 2025

