Update Bencana Sumatra: 369 Orang Meninggal, Masih Ada 71 Orang Hilang
Reporter : Editor 01
Headlines
Minggu, 21 Desember 2025
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Aceh – Update penanganan darurat banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara menunjukkan kondisi yang kian memprihatinkan, di mana total jumlah korban meninggal dunia kini telah mencapai 369 jiwa.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus mengintensifkan pencarian terhadap 71 orang yang dilaporkan hilang di empat sektor krusial.
Di tengah upaya evakuasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat mendorong percepatan pemulihan jangka panjang, khususnya pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Tapanuli Utara.
Agenda ini dijadwalkan akan memasuki babak baru melalui prosesi groundbreaking yang dilakukan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Minggu (21/12/2025).
BNPB menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya soal fisik, tetapi juga kepastian data.
“Kami menitikberatkan pada penguatan administrasi serta verifikasi data calon penerima bantuan. Tujuannya agar pembangunan tepat sasaran dan segera terealisasi begitu masa tanggap darurat berakhir,” tulis pernyataan resmi BNPB dalam upaya percepatan di Tapanuli Utara.
Rumah Contoh dan Sosialisasi Warga
Untuk memastikan standar keamanan, BNPB telah meninjau rumah contoh di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting. Bangunan ini menjadi acuan teknis hunian yang layak dan tahan risiko bencana.
Selain itu, pendampingan sosialisasi terus dilakukan kepada calon penerima manfaat guna memberikan pemahaman mengenai mekanisme bantuan dan tahapan pembangunan.
Secara keseluruhan, pemerintah telah memetakan kebutuhan untuk 5.974 rumah yang mengalami rusak berat. Untuk tahap awal, sebanyak 2.524 unit Hunian
Sementara (Huntara) tengah dalam proses identifikasi lahan, termasuk di wilayah Tapanuli Tengah dan Langkat.
Pemulihan Infrastruktur dan Logistik
Sejalan dengan penanganan huntap, pemulihan infrastruktur di 12 kabupaten/kota terdampak di Sumatera Utara terus dipacu.
Dari 362 titik gangguan infrastruktur yang teridentifikasi, sebagian besar telah ditangani secara bertahap. Namun, koridor utama seperti Tarutung–Sibolga dan Sibolga–Batangtoru dilaporkan masih memerlukan penanganan intensif karena medan yang berat.
Dari sisi bantuan, BNPB mencatat distribusi logistik telah mencapai 9,69 ton per Jumat (19/12). Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan, peralatan sanitasi, hingga alat evakuasi.
Seluruh layanan kesehatan, mulai dari RSUD hingga Puskesmas di wilayah Sumatera Utara, kini disiagakan dan beroperasi penuh untuk melayani warga terdampak.
BNPB berkomitmen untuk menjalankan pendekatan holistik dalam pembangunan kembali ini, dengan memperhatikan aspek keamanan lingkungan serta pemulihan sosial-ekonomi agar masyarakat terdampak dapat kembali bangkit dengan rasa aman yang lebih baik.
(Editor Aro)
#Aceh
#Bencana Aceh
#Bencana Sumatra
#bnpb
#Korban meninggal bencana Sumatra
#Pemulihan pasca bencana



Berita Terkait

Ini Penyebab Penurunan Partisipasi Pemilih Di Pilkada Jombang 2024
Headlines.Sabtu, 7 Desember 2024

Liburan Sekolah dan Kue Natal: Harga Telur di Atas HAP
Bisnis.Selasa, 16 Desember 2025

Program PS Tak Kunjung Jelas, Petani Hutan Geruduk Kantor Kemenhut
Bisnis.Selasa, 11 November 2025

Gapura Selamat Datang Jatim Mengenaskan, APBD Rp 29 Triliun Kemana?
Daerah.Kamis, 3 April 2025

