siginews

Kenali Gejala ‘Super Flu’: dari Demam Mendadak hingga Nyeri Otot

Reporter : Sigit P

Headlines

Kamis, 8 Januari 2026

Waktu baca 2 menit

Kenali Gejala ‘Super Flu’: dari Demam Mendadak hingga Nyeri Otot

Siginews.com-Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus yang dijuluki ‘super flu’ (Influenza A H3N2 subclade K).

Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus di Kota Pahlawan, warga diminta mengenali gejala klinisnya guna melakukan deteksi dini pasca-libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kesadaran mandiri warga menjadi kunci utama pencegahan.

“Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran sendiri. Jika merasa kondisi tubuh kurang sehat, segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Eri Cahyadi, Rabu (7/1/2026).

Daftar Gejala yang Harus Diwaspadai
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa istilah ‘super flu’ sebenarnya digunakan untuk menggambarkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan gejala yang lebih berat atau penyebaran yang cepat.

Beberapa gejala spesifik yang perlu diwaspadai oleh warga Surabaya antara lain:

– Demam mendadak (suhu tubuh meningkat drastis).

– Batuk dan pilek yang disertai sakit tenggorokan.

– Sakit kepala hebat dan nyeri otot di seluruh tubuh.

– Tubuh terasa sangat lemas hingga mengganggu aktivitas.

“Jika mengalami gejala flu yang berat atau tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit,” imbau Nanik.

Iklan Wirajatimkso - Potrait

Sistem Pelaporan Cepat 24 Jam
Sebagai langkah konkret, Pemkot Surabaya telah menyiagakan seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit di bawah sistem pemantauan harian.

Jika ditemukan pasien dengan gejala “flu tidak biasa”, fasilitas kesehatan wajib melakukan skrining lanjutan dan melaporkannya dalam waktu kurang dari 24 jam.

Langkah antisipasi lainnya yang dilakukan meliputi:

– Skrining Ketat di Pintu Masuk: Pengecekan suhu tubuh bagi pelaku perjalanan luar negeri saat kedatangan.

– Surveilans Aktif: Pencatatan dan analisis harian kasus ISPA untuk memantau tren peningkatan kasus di suatu wilayah.

-Perlindungan Kelompok Rentan: Penguatan edukasi bagi balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis.

Hingga awal Januari 2026, Dinkes Surabaya memastikan belum ada pasien yang terdeteksi terpapar varian H3N2 subclade K di Surabaya.

Hal ini selaras dengan laporan Kementerian Kesehatan RI yang menyebutkan bahwa 62 kasus yang ditemukan di delapan provinsi lain di Indonesia masih dalam kondisi terkendali.

Masyarakat Surabaya diimbau tetap tenang dan tidak termakan informasi hoaks. “Tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), etika batuk, serta jaga daya tahan tubuh agar tetap optimal,” pungkas Nanik.

(Editor Aro)

#Dinkes Surabaya

#Eri Cahyadi

#Gejala super flu

#Influenza

#Pemkot Surabaya

#Virus flu

#Virus super flu

#Wali Kota Eri Cahyadi

image ads default
Pasang Iklan di Sini
Jangkau ribuan pembaca setia setiap hari. Jadikan iklan Anda pusat perhatian.